• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Warta Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
Semua Komputer Filsafat Agama Ilmu-ilmu Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Kesusastraan Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. Perpustakaan Jaya Abhipraya
  2. Katalog
  3. Etnobotani Masyarakat Desa Tanjung Belit Kecamatan Kampar Ki...
THESIS
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Etnobotani Masyarakat Desa Tanjung Belit Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar

Chandra, Ridho

Hutan memiliki banyak manfaat dari berbagai aspek kehidupan manusia,
sebagai sumber ilmu pengetahuan mengenai ekosistem yang ada didalamnya,
sebagai sumber daya alam berupa hasil hutan kayu maupun hasil hutan non kayu,
untuk memenuhi kebutuhan manusia. Etnobotani dapat diartikan sebagai ilmu
yang mempelajari tentang interaksi masyarakat di suatu tempat tertentu dengan
tradisi yang mereka miliki terhadap pemanfaatan tumbuhan. Salah satu desa di
Provinsi Riau yaitu Desa Tanjung Belit tepatnya berada di Kecamatan Kampar
Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, masayarakat di desa ini masih sangat
memanfaatkan hutan sebagai sumber kehidupan. Pada survei pendahuluan yang
telah penulis lakukan di Desa Tanjung Belit, bahwa di desa ini masyarakat masih
memanfaatkan tumbuhan dari dalam hutan maupun di luar hutan untuk berbagai
keperluan hidupnya. Masyarakat Desa Tanjung Belit menjaga kelestarian hutan
adat yang ada di desa tersebut luas hutan adat desa Tanjung Belit ialah 43 Ha.
Pengetahuan tradisional dari masyarakat desa Tanjung Belit tentang
tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat dalam kehidupan sangat perlu untuk
dilestarikan. Apabila pengetahuan tradisional tersebut (etnobotani) menghilang
dalam kehidupan masyarakat maka dikhawatirkan generasi penerus yang tidak
memiliki pengetahuan tersebut akan menghilang kepeduliannya terhadap hutan.
Oleh kerena itu kajian tentang etnobotani bagi masyarakat di Desa Tanjung Belit
ini penting dilakukan, karena masyarakat di daerah tersebut masih memiliki
tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap hutan. Hal ini yang membuat
penulis tertarik untuk melakukan penelitian dnegan judul “Etnobotani
Masyarakat Desa Tanjung Belit Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten
Kampar”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi dan mendeskripsikan
entnobotani pada masyarakat Desa Tanjung Belit Kecamatan Kampar Kiri Hulu
Kabupaten Kampar.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Belit Kecamatan Kampar Kiri
Hulu Kabupaten Kampar. Waktu penelitian dilakukan kurang lebih 2 bulan mulai
dari bulan April sampai Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
meliputi: wawancara, quisioner, serta observasi. Responden dalam penelitian ini
berjumlah 8 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat dan dukun. Analisis data
dilakukan secera deskriptif dan disajikan dalam bentu tabel dan grafik. Data-data
yang dikumpulkan berupa data primer (etnobotani) dan data sekunder (kondisi
umum lokasi).
Berdasarkan hasil penelitian etnobotani masyarakat Desa Tanjung Belit
diperoleh informasi bahwa jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat
berjumlah 215 jenis. Pamanfaatan tumbuhan tersebut berdasarkan habitusnya ada
yang berupa epifit, herba, liana, perdu, semak, terna, dan pohon. Sedangkan
berdasarkan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan ada yang berupa akar, batang,
buah, bunga, biji, daun, kulit buah, getah, rimpang, umbi, dan pucuk daun.
Bila dipilah lagi berdasarkan spesifikasi pemanfaatannya terdiri dari (a)
tumbuhan obat sebanyak 152 jenis,sebagian besar tumbuhan obat dimanfaatkan
untuk obat penyakit tidak menular sebanyak 52%, kemudian anti racun sebanyak
3%. (b) tanaman hias 26 jenis,untuk mempercantik halaman rumah sebagian besar
berasal dari hutan seperti Anggrek Kalejengking (Renanthera sp), Keladi
Kumulan (Hamolomena javanica), dan lain-lain. (c) tumbuhan sumber bahan
pangan 65 jenis, seperti singkong (Manihot esculante), pakis sayur (Diplazium
esculentum), dan lain-lain. (d) tumbuhan sebagai pakan ternak 11 jenis,
sepertigamal (Gliricidia sepium), gelinggang gajah(Senna alata), rumput teki
(Cyperus rotundus), dan lain-lain (e) tumbuhan sebagai bahan aromatik 15 jenis,
seperti Bunga Melati (Jasminum sp), Mawar (Rosa sp), dan lain-lain. (f) tumbuan
sebagai bahan pewarna 11 jenis, seperti kulit rambutan (Nephelium lappaceum),
akar Kelapa (Cocos nucifera), dan lain-lain. (g) tumbuhan sebagai kayu bakar 16
jenis, seperti ranting dari kayu jenis sungkai (Peronema canescens), Rambutan
(Nephelium lappaceum), Cempedak (Artocarpus integer), dan lain-lain. (h)
tumbuhan sebagai bahan untuk ritual dan keagamaan ada 10 jenis, seperti bawang
merah (Alium capa) dan bawang putih (Alium sp),dan lain-lain. (i) tumbuhan
sebagai bahan bangunan, anyaman, dan kerajinan ada 33 jenis, seperti rontan lilin
(Calamus javenensis) untuk mengikat barang, Tembesu (Fagraeafragrans)dan
Meranti udang (Shprea sp) dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuatan
sampan, dan lain-lain. (j) tumbuhan sebagai penghasil pestisida alami dan bahan
racun ada 6 jenis, seperti buah Bintaro (Carbera manghas) untuk membunuh
tikus yang berada dirumah.
Informasi Repositori
Jenis
Thesis
Detail Information
Tahun
2022
Bahasa
id
Last Updated
2024-03-30T02:51:05Z
Subjects / Keywords
SD Forestry
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

Perpustakaan Jaya Abhipraya
Perpustakaan Jaya Abhipraya
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 4.017
Online: 4.017 Onsite: 0
Bulan ini 96.389
Online: 95.349 Onsite: 1.040
Total 268.012
Online: 155.011 Onsite: 113.001

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar