Hama Helopeltis Theivora Pada Tanaman Eucalyptus Pellita Di HTI Pt PSPI Distrik Petapahan
Putri, Tika Ersya
Pembangunan hutan tanamann industri merupakan satu kegiatan penting dalam
pemanfaatan lahan tropis. Hutan tanaman dapat memenuhi berbagai fungsi produksi
dan perlindungan dan jika pembangunan hutan dilaksanakan dengan baik maka dapat
diperoleh kestabilan lingkungan. Hutan tanaman yang dibangun dalam rangka
meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi umumnya dikelola dengan
menerapkan sistem silvikultur intensif.
Salah – satu komoditi yang ditanam di PT PSPI adalah ekaliptus pellita.
Ekaliptus pellita merupakan salah satu jenis tanaman yang dikembangkan di HTIPulp di Sumatera. Ekaliptus merupakan tanaman yang cepat tumbuh (fast growing)
yang sangat cocok untuk bahan baku pulp dan kertas. Hama penghisap pucuk
ekaliptus merupakan hama yang sering terdapat di tanaman ekaliptus. Biasanya hama
ini menyerang bagian pucuk dengan cara menghisap cairan daun.
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data tentang frekuensi dan intensitas
serangan yang disebabkan oleh Helopeltis theivora pada tanaman Eucalyptus pellita
di Hutan Tanaman Industri PT. Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) Distrik
Petapahan. Metode penelitian adalah survey dengan cara observasi kelapangan
dengan menggunakan metode teknik purposive sampling. Analisis data adalah
frekuensi serangan (FS) dan intensitas serangan (IS).
Hasil penelitian didapati (1) Frekuensi Serangan (FS) Hama Helopeltis
theivora. yang menyerang tanaman Eucalyptus pellita di PT PSPI Distrik Petapahan
adalah dengan rata-rata untuk lahan datar adalah 84,95%. Dengan frekuensi serangan
tertinggi terdapat pada plot 5 dengan 94,44% dan untuk lahan bergelombang adalah
81,42%, dengan frekuensi serangan tertinggi terdapat pada plot 7 dengan 93,06%. (2)
Intensitas Serangan (IS) Hama Helopeltis theivora. yang menyerang tanaman
Eucalyptus pellita di PT PSPI Distrik Petapahan adalah dengan rata-rata untuk lahan datar adalah 39,54% dengan kriteria kondisi tanaman Rusak Sedang (RS), dimana
tidak terdapat tanaman yang mati. Dan untuk lahan yang bergelombang rata-rata
intensitas serangan adalah 41,89% dengan kriteria kondisi tanaman Rusak Sedang
(RS) dengan tidak adanya tanaman yang mati.
pemanfaatan lahan tropis. Hutan tanaman dapat memenuhi berbagai fungsi produksi
dan perlindungan dan jika pembangunan hutan dilaksanakan dengan baik maka dapat
diperoleh kestabilan lingkungan. Hutan tanaman yang dibangun dalam rangka
meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi umumnya dikelola dengan
menerapkan sistem silvikultur intensif.
Salah – satu komoditi yang ditanam di PT PSPI adalah ekaliptus pellita.
Ekaliptus pellita merupakan salah satu jenis tanaman yang dikembangkan di HTIPulp di Sumatera. Ekaliptus merupakan tanaman yang cepat tumbuh (fast growing)
yang sangat cocok untuk bahan baku pulp dan kertas. Hama penghisap pucuk
ekaliptus merupakan hama yang sering terdapat di tanaman ekaliptus. Biasanya hama
ini menyerang bagian pucuk dengan cara menghisap cairan daun.
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data tentang frekuensi dan intensitas
serangan yang disebabkan oleh Helopeltis theivora pada tanaman Eucalyptus pellita
di Hutan Tanaman Industri PT. Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) Distrik
Petapahan. Metode penelitian adalah survey dengan cara observasi kelapangan
dengan menggunakan metode teknik purposive sampling. Analisis data adalah
frekuensi serangan (FS) dan intensitas serangan (IS).
Hasil penelitian didapati (1) Frekuensi Serangan (FS) Hama Helopeltis
theivora. yang menyerang tanaman Eucalyptus pellita di PT PSPI Distrik Petapahan
adalah dengan rata-rata untuk lahan datar adalah 84,95%. Dengan frekuensi serangan
tertinggi terdapat pada plot 5 dengan 94,44% dan untuk lahan bergelombang adalah
81,42%, dengan frekuensi serangan tertinggi terdapat pada plot 7 dengan 93,06%. (2)
Intensitas Serangan (IS) Hama Helopeltis theivora. yang menyerang tanaman
Eucalyptus pellita di PT PSPI Distrik Petapahan adalah dengan rata-rata untuk lahan datar adalah 39,54% dengan kriteria kondisi tanaman Rusak Sedang (RS), dimana
tidak terdapat tanaman yang mati. Dan untuk lahan yang bergelombang rata-rata
intensitas serangan adalah 41,89% dengan kriteria kondisi tanaman Rusak Sedang
(RS) dengan tidak adanya tanaman yang mati.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-07-10T02:49:23Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah